Ingin Sukses di Usia Muda? Film Ini Bisa Jadi Referensi

Ingin Sukses di Usia Muda?

Ingin sukses di usia muda, apa bisa? Itulah pertanyaan saya selama ini. Tantangan milenial muda saat ini adalah sulitnya mengatur keuangan pribadi. Mereka yang memiliki rentang usia 18-35 tahun sebagian besar memiliki gaya hidup hedon. Misalnya saja minum kopi di kedai kopi ternama, membeli gadget terbaru, pakaian bermerek mahal, demi terlihat keren dimata orang lain. Padahal, dengan gaya hidup selangit seperti itu, akan membuat mereka sulit menghadapi tantangan ekonomi di masa yang akan datang.

Sebenarnya, hal tersebut bukan sepenuhnya kesalahan milenial. Adanya pergeseran zaman, membuat pola pikir milenial menjadi berbeda. Maka dari itu, sangat penting untuk membuat pendekatan khusus yang sesuai dengan kehidupan milenial muda saat ini. Tujuannya tidak lain untuk membuat mereka sadar pentingnya bijak dalam mengelola keuangan.

Salah satu pendekatan yang saat ini banyak dilakukan oleh para sineas adalah dengan film yang mengangkat tema dari kisah nyata seseorang yang memiliki persoalan finansial. Melalui film, milenial muda dapat belajar dari pengalaman hidup tokoh dan memetik pelajaran positif dari setiap poin permasalahan yang diceritakan di film tersebut.

Kali ini saya ingin mengulas satu film yang terinspirasi dari kisah nyata seorang entrepreneur dan motivator wanita tersukses di kawasan Asia Tenggara yang mampu meraih mimpi sejuta dolarnya di usia muda.

Merry Riana Wanita Sukses di Usia MudaUlasan Singkat Film Merry Riana – Mimpi Sejuta Dolar

Judul Film: Merry Riana – Mimpi Sejuta Dolar
Produser: Dhamoo Punjabi & Manoj Punjabi
Sutradara: Hestu Saputra
Pemain: Chelsea Islan (Merry Riana)
Dion Woyoko (Alva)
Kimberly Rider (Irene)
Ferry Salim (Ayah Merry Riana)
Cynthia Lamusu (Ibu Merry Riana)
Distributor: MD Pictures
Tanggal Rilis: 24 Desember 2014
Durasi Film: 106 menit

Kerusuhan Mei 1998 menjadi awal dari film ini. Sebagai keturunan Tionghoa yang pada peristiwa itu kerap menjadi korban diskriminasi, orangtua Merry (diperankan oleh Ferry Salim dan Cynthia Lamusu) akhirnya memutuskan untuk mengirim putrinya ke Singapura karena situasi di sana lebih aman dibandingkan dengan Jakarta.

Bermodalkan laptop dan uang pemberian papanya, Merry (diperankan oleh Chelsea Islan) akhirnya berangkat ke Singapura dan menjadi awal perjuangannya meraih mimpi. Setibanya di Singapura, Merry ingin pulang karena merasa sebatang kara, dan kesepian. Tapi siapa sangka pertemuannya dengan Mrs Noor yang meminjamkannya akses internet membuat Merry bertemu dengan teman lamanya, Irene (diperankan oleh Kimberly Rider). Kemudian Irene mengajak Merry untuk tinggal di asra.a kampusnya, walaupun sebenarnya hal tersebut dilarang. Aturannya adalah, hanya mahasiswa dari kampus itu yang boleh menempati asrama.

Seperti bangkai yang disembunyikan, pada akhirnya tercium juga. Irene yang memperbolehkan Merry tinggal di asramanya ketahuan oleh petugas asrama dan dilaporkan kepada pihak kampus karena telah melanggar peraturan. Irene kemudian memohon kepada pihak kampus untuk mengizinkan Merry tinggal sementara sampai orangtua Merry datang menjemput. Namun pihak kampus tetap tidak mengizinlan Merry untuk tinggal di asrama, kecuali jika Merry berkuliah di kampus itu.

Merry yang tidak punya pilihan selain mendaftar kuliah akhirnya mengikuti tes dan hasilnya Merry dinyatakan lulus dengan nilai yang tinggi. Setelah lulus tes, Merry diharuskan membayar biaya kuliah sebesar 40.000 Dolar. Hal tersebut menjadi masalah baru bagi Merry karena ia tidak memiliki uang dan penghasilan. Sebenarnya, kampus tersebut memiliki fasilitas pinjaman mahasiswa dengan syarat Merry harus memiliki penjamin seorang mahasiswa lain yang sudah berkuliah di kampus itu minimal dua tahun. Kemudian, Irene mengenalkan Merry kepada seniornya yang bernama Alfa (diperankan oleh Dion Wiyoko).

Awal Kesuksesan Merry

Setelah mendengar cerita dari Irene, Alfa bersedia menjadi penjamin Merry dengan syarat Merry harus mampu menghasilkan uang sendiri untuk membayar hutangnya itu. Merry yang menyetuji syarat itu kemudian mencari pekerjaan apa saja untuk dapat mengumpulkan uang. Salah satunya adalah pekerjaan di sebuah organisasi sosial dan bertugas menjadi penyebar brosur. Ia berusaha melakukan segalanya dengan baik untuk mengumpulkan uang, berhemat dan menabung. Namun hal itu tidak dapat bertahan lama karena ada orang yang melaporkannya kepada polisi setempat bahwa organisasi tersebut telah mempekerjakan seorang imigran tanpa surat ijin kerja, yang mengakibatkan Merry tidak dapat bekerja lagi.

Merry kemudian mencoba untuk melakukan investasi pada perusahaan MLM dengan menjual laptop ayahnya, tetapi tenyata Merry ditipu oleh perusahaan tersebut. Untuk menghibur Merry, Alva mengajak dan mengajari Merry bekerja via online dengan bermain investasi saham online yang penghasilannya lumayan jika dibandingkan dengan ia bekerja serabutan seperti yang dilakukannya selama ini. Pada akhirnya Merry dapat menghasilkan uang yang lumayan sehingga mampu menyumbang pada sebuah acara yang diadakan dikampusnya.

Semakin hari, Merry semakin terobsesi terhadap uang, walaupun Alva telah mengingatkan bahwa uang yang dimiliki oleh Merry sudah cukup untuk biaya kuliah hingga ia lulus nanti. Tetapi Merry menginvestasikan semua uang yang ia miliki untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak lagi dan Merry pun berjanji kepada Alva untuk segera melunasi seluruh hutang-hutangnya. Tanpa disangka, Merry terkena musibah, ia bangkrut serta kehabisan uang. Setelah dinasehati oleh ibunya, Merry memulai semuanya dari awal lagi. Ia berkerja di perusahan asuransi hingga akhirnya mendapatkan seorang nasabah yang mengivestasikan sebanyak seratus ribu dolar karena ia telah menolong ibu tersebut saat membutuhkan bantuan. Kejadian itulah yang menjadi awal kesuksesannya dalam meraih mimpinya untuk bebas finansial sebelum usia 30 tahun.

Tips Sukses Di Usia Muda

Film tidak hanya dapat dinikmati jalan ceritanya saja namun juga memiliki pesan untuk orang yang menontonnya. Berikut ini pesan yang ingin disampaikan oleh sineas untuk milenial muda melalui filmnya:

1. Tentukan Target
Salah satu kunci sukses Merry adalah berani membuat target. Sejak usia muda, Merry sudah menentukan targetnya bahwa ia harus mencapai kebebasan finansial sebelum usia 30 tahun. Saat MoneySmart Gathering kemarin, sempat disinggung bahwa milenial muda perlu menentukan target dalam mengalokasikan pendapatan. Merry pun melakukan hal yang sama, untuk mencapai target, ia rela untuk makan sederhana dan mengalokasikan untuk pos lainnya.

2. Pantang Menyerah
Ketika bekerja menjadi penyebar brosur, banyak kegagalan dan penolakan yang dialami oleh Merry. Namun hal tersebut tidak membuatnya putus asa, justru memotivasinya untuk terus berusaha hingga akhirnya kita mengenal Merry yang sekarang adalah seorang motivator terkenal. Untuk mencapai hasil yang baik, tidak ada yang instan, perlu ada perjuangan yang harus dilalui. Jika milenial muda ingin sukses, tentu hal ini menjadi kunci utama. Seperti ada pepatah mengatakan bahwa proses tidak akan pernah mengkhianati hasil.

3. Penuh Perhitungan
Berhitung tidak selalu berkaitan dengan angka atau uang, tetapi bisa juga dalam mengambil keputusan. Misalnya saja saat milenial muda ingin memulai suatu investasi, tentunya perlu perhitungan matang agar memperoleh hasil yang optimal. Misalnya saja jika kita mempunyai sejumlah uang, kita bisa mulai memperhitungkan jenis investasi apa yang sebaiknya kita pilih.

4. Sabar Menunggu Momentum
Dalam film dikisahkan bahwa Merry banyak mengalami kegagalan, misalnya saat memutuskan untuk mulai berinvestasi. Saat itu Merry tertipu oleh sebuah bisnis MLM. Kegagalan itu juga datang ketika Merry menginvestasikan uang dalam jumlah besar dalam bentuk saham, kemudian saham di stock market anjlok. Alasannya karena Merry terburu-buru mengambik keputusan. Kita dapat mengambil pelajaran untuk tidak terburu-buru dalam berinvestasi. Pelajari dengan serius dan seksama produk investasi yang kita akan kita ambil jika kita mau mengambil investasi tersebut.

5. Networking itu Penting
Ketika Merry mulai membangun lagi usahanya setelah bangkrut, dalam kondisi yang serba terbatas, ia masih mau menolong seorang ibu tua yang membawanya menuju awal kesuksesan. Tanpa disangka, ibu tua tersebut mau menginvestasikan uangnya sebanyak seratus ribu dolar pada perusahaan asuransi Merry. Itulah sebabnya, memiliki relasi yang baik dengan orang lain itu salah satu penunjang kesuksesan.

#MoneySmartMenginspirasi

Selain film Merry Riana ini, masih banyak film lain bertema finansial yang mampu menginspirasi milenial muda. Salah satunya ada pada web MoneySmart.id berikut.

Milenial muda, masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa dibaca pada web MoneySmart.id Pada laman web tersebut kalian akan banyak menemukan artikel yang bermanfaat dan membuka wawasan kalian tentang finansial. Selain itu untuk kamu yang memiliki cerita atau pengalaman menarik mengenai finansial, dapat mengikuti kompetisi kompetisi blognya juga lho. Ada hadiah menarik untuk tiga orang pemenang. #MoneySmartMenginspirasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *